Tampilkan postingan dengan label kemuning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kemuning. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Februari 2016

Dongeng Asal-Usul Terbentuknya Bunga Kemuning

Dahulu kala, ada seorang raja yang memiliki sepuluh orang puteri yang cantik-cantik. Sang raja dikenal sebagai raja yang bijaksana. Tetapi ia sekian ribet dengan kepemimpinannya, karena itu ia tidak bisa untuk mendidik anak-anaknya. Istri sang raja sudah meninggal dunia dunia dunia dunia waktu melahirkan anaknya yang bungsu, sampai anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Puteri-puteri raja jadi manja dan nakal. Mereka hanya gemari bermain di danau. Mereka tidak mau belajar dan tidak mau membantu ayah mereka. Pertikaian sering jalan di antara mereka.
Kesepuluh puteri itu diberi nama dengan sebagian nama warna. Puteri Sulung bernama Puteri Jambon. Adik-adiknya diberi nama Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Kelabu, Puteri Oranye, Puteri Merah Merona dan Puteri Kuning. Baju mereka juga berwarna sama saja dengan nama mereka. Demikian, sang raja yang sudah tua dapat tahu mereka dari jauh. Walaupun kecantikan mereka hampir sama, si bungsu Puteri Kuning sedikit berbeda, ia tak terlihat manja dan nakal. Sebaliknya ia selalu riang dan serta tersenyum ramah pada siapapun. Ia lebih gemari pergi dengan inang pengasuh daripada dengan kakak-kakaknya.
Disuatu hari, raja bakal pergi jauh. Ia mengumpulkan semua puteri-puterinya. “Aku bakal pergi jauh dan lama. Oleh-oleh apakah yang kalian kehendaki? ” kemukakan pertanyaan raja.
“Aku kehendaki perhiasan yang mahal, ” kata Puteri Jambon.
“Aku kehendaki kain sutra yang berkilau-kilau, ” kata Puteri Jingga.
 9 anak raja memohon hadiah yang mahal-mahal pada ayahanda mereka. Tetapi lain tentang dengan Puteri Kuning. Ia pikirkan sebentar, lalu memegang lengan ayahnya.
“Ayah, saya hanya kehendaki ayah kembali dengan selamat, ” katanya. Kakak-kakaknya tertawa dan mencemoohkannya.
“Anakku, sungguh baik perkataanmu. Pastinya saya akan kembali dengan selamat dan kubawakan hadiah indah buatmu, ” kata sang raja. Tak lama
lantas, raja juga pergi.
Selama sang raja pergi, sebagian puteri semakin nakal dan malas. Mereka sering membentak inang pengasuh dan menyuruh pelayan agar menuruti mereka. Karena ribet menuruti hasrat sebagian puteri yang rewel itu, pelayan tak pernah bersihkan taman istana. Puteri Kuning demikian sedih memandangnya karena taman yakni tempat yang paling disayangi ayahnya. Tidak ada ragu, Puteri Kuning mengambil sapu dan mulai bersihkan taman itu. Daun-daun kering dirontokkannya, rumput liar dicabutnya, dan dahan-dahan pohon dipangkasnya hingga rapi. Pada awalnya inang pengasuh melarangnya, namun Puteri Kuning tetaplah berkeras mengerjakannya.
Kakak-kakak Puteri Kuning yang saksikan adiknya menyapu, tertawa keras-keras.
“Lihat kelihatannya kita memiliki pelayan baru, ” kata seorang satu diantaranya.
“Hai pelayan! Masih tetap ada kotoran nih! ” papar seorang yang lain sambil melemparkan sampah.
Taman istana yang sudah rapi, kembali berantakan. Puteri Kuning diam saja dan menyapu sampah-sampah itu. Momen itu jalan berulang-kali sampai Puteri Kuning kelelahan. Dalam hati ia bisa rasakan penderitaan sebagian pelayan yang dipaksa mematuhi bermacam perintah kakak-kakaknya.
“Kalian ini sungguh keterlaluan. Harusnya ayah tak perlu membawakan apa-apa untuk kalian. Bisanya hanya mengganggu saja! ” Kata Puteri Kuning dengan berang.
“Sudah ah, saya bosan. Kita mandi di danau saja! ” ajak Puteri Nila. Mereka meninggalkan Puteri Kuning seorang diri. Sekianlah yang jalan setiap harinya, sampai ayah mereka pulang. Waktu sang raja tiba di istana, kesembilan puterinya masih tetap bermain di danau, sebentar Puteri Kuning tengah merangkai bunga di teras istana. Tahu hal sejenis itu, raja jadi demikian sedih.
Anakku yang rajin dan baik budi! Ayahmu tidak bisa berikanlah apa-apa kecuali kalung batu hijau ini, bukannya warna kuning kesayanganmu! ” kata sang raja. Raja memang sudah mencari-cari kalung batu kuning di sebagian negeri, namun benda itu tak pernah diketemukannya.
“Sudahlah Ayah, tak mengapa. Batu hijau juga cantik! Saksikan, pas benar dengan bajuku yang berwarna kuning, ” kata Puteri Kuning dengan lemah lembut.
“Yang paling utama, ayah sudah kembali. Akan kubuatkan teh hangat untuk ayah, ” ucapnya lagi. Waktu Puteri Kuning tengah buat teh, kakak-kakaknya berdatangan. Mereka ribut mencari hadiah dan keduanya sama menunjukkannya. Tak ada yang ingat pada Puteri Kuning, terutama kemukakan pertanyaan hadiahnya.
Keesokan hari, Puteri Hijau saksikan Puteri Kuning memakai kalung barunya.
“Wahai adikku, bagus benar kalungmu! Harusnya kalung itu jadi milikku, karena saya yakni Puteri Hijau! ” katanya dengan perasaan iri.
“Ayah memberikannya padaku, tidaklah kepadamu, ” sahut Puteri Kuning. Mendengarnya, Puteri Hijau jadi berang. Ia selekasnya mencari saudara-saudaranya dan menghasut mereka.
“Kalung itu milikku, namun ia mengambilnya dari saku ayah. Kita harus mengajarnyaberbuat baik! ” kata Puteri Hijau. Mereka lalu sepakat untuk merampas kalung itu. Tak lama kemudian, Puteri Kuning terlihat. Kakak-kakaknya menangkapnya dan memukul kepalanya. Tak disangka, pukulan itu menyebabkan Puteri Kuning meninggal dunia dunia dunia dunia.
“Astaga! Kita harus menguburnya! ” seru Puteri Jingga. Mereka beramai-ramai mengusung Puteri Kuning, lalu menguburnya di taman istana. Puteri Hijau ikut mengubur kalung batu hijau, karena ia tak menginginkannya lagi. Waktu raja mencari Puteri Kuning, tak ada yang tahu kemana puteri itu pergi. Kakak-kakaknya juga diam seribu bhs. Raja demikian berang. “Hai sebagian pengawal! Mencari dan temukanlah Puteri Kuning! ” teriaknya.
Pastinya tak ada yang bisa menemukannya. Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, tak ada yang berhasil mencarinya. Raja demikian sedih. “Aku ini ayah yang buruk, ” katanya. ” Biarlah anak-anakku kukirim ke tempat jauh untuk belajar dan mengasah budi pekerti! ” Jadi ia juga kirim puteri-puterinya untuk bersekolah di negeri yang jauh. Raja sendiri sering termenung-menung di taman istana, sedih fikirkan Puteri Kuning yang hilang tak berbekas.
Sehari, tumbuhlah satu tanaman di atas simpan Puteri Kuning. Sang raja heran memandangnya. “Tanaman apakah ini? Batangnya seperti jubah puteri, daunnya bulat bersinar seperti kalung batu hijau, bunganya putih kekuningan dan demikian wangi! Tanaman ini mengingatkanku pada Puteri Kuning. Baiklah, kuberi nama ia Kemuning.! ” kata raja dengan sukai. Sejak mulai itu bunga kemuning peroleh namanya. Bahkan, bunga-bunga kemuning bisa digunakan untuk mengharumkan rambut. Batangnya dipakai untuk buat kotak-kotak yang indah, tengah kulit kayunya di buat orang jadi bedak. Setelah mati juga, Puteri Kuning masih tetap berikanlah kebaikan.
source:
Toko Bunga Kalideres Jakarta Barat 

Kamis, 21 Januari 2016

Bunga Kemuning

Dulu, Kemuning (Murraya paniculata), tumbuh liar di semak belukar dan tepi rimba. Sekarang ini sudah sebagian orang yang menanamnya, baik sebagai tanaman hias maupun tanaman pagar.

Di banyak daerah di Indonesia, kemuning memiliki sebutan lokal berbeda, seperti kamuning (Sunda, Menado, Makasar), kemuning atau kumuning (Jawa), kemoning (Bali), kamuni (Bima), dan kamoni (Ambon). Kemuning disebut juga orangejasmine dalam bhs Inggris karena tanaman ini memiliki bentuk bunga seperti melati (putih dan kecil) serta wanginya juga harum.

Tumbuhan yang termasuk famili Rutaceae ini, dapat hidup mulai dataran rendah hingga dataran tinggi (400 m dpl). Tipe morfologinya sangat luas. Yang umum menjadikan tanaman pagar yakni varietas yang berdaun kecil dan lebat.

Keseluruhannya, kemuning yaitu tanaman semak bercabang banyak, dengan tinggi 3-8 mtr.. Batangnya keras, beralur, dan tidak berduri.

Tengah daunnya majemuk, bersirip ganjil, dengan anak daun 3 - 9, dan letak berseling. Helaian anak daun bertangkai, berbentuk bulat telur sungsang atau jorong, dengan ujung dan pangkal runcing, tepi rata atau agak beringgit. Panjang daun 2 - 7 cm, lebar 1 - 3 cm, berwarna hijau, dengan permukaan licin, dan mengkilap. Apabila daun ini diremas, Anda tidak akan membaui apapun.

Tanaman ini berbunga terus-menerus sepanjang th.. Warna bunga ini pada awalnya kehijau-hijauan dan setelah mekar penuh warnanya berpindah jadi putih bersih. Bunganya termasuk juga bunga majemuk, berbentuk tandan (1-8), dan mengeluarkan aroma wangi. Bunga akan keluar dari ketiak daun atau ujung ranting.

Nanti, bunga ini akan berkembang jadi buah buni yang berdaging, berbentuk oval atau bulat-panjang, dengan panjang 8-12 mm. Apabila tetap masih muda, buah berwarna hijau. Setelah tua berwarna merah mengkilap dan di dalamnya berbiji dua.

Product Herbal

Tentang segi tanaman yang bisa dipakai sebagai tanaman obat yakni daun, ranting, serta akar. Bahkan kulit batangnya dapat juga dipakai untuk pengobatan.

Daun kemuning mempunyai kandungan cadinene, methyl-anthranilate, bisabolene, P-earyophyllene, dan geraniol. Selain itu, juga mempunyai kandungan carene-3, eugenol, citronellol, methyl-salicylate, s-guaiazulene, osthole, tanin, paniculatin, dan coumurrayin.

Tengah kulit batang mempunyai kandungan mexotioin dan 5-7-dimethoxy-8- (2, 3-dihydroxyisopentyl) coumarin.

Karena kandungannya, kemuning memiliki faedah sebagai pemati rasa (anestesia), penenang (sedatif), antiradang, antirematik, antitiroid, penghilang bengkak, pelancar peredaran darah, dan penghalus kulit.

Daun dan rantingnya dapat digunakan untuk mengatasi radang buah zakar, bronkitis, keputihan, kencing nanah, haid tidak teratur, infeksi saluran kencing, kegemukan, nyeri pada tukak, sakit gigi, dan kulit kasar.

Tengah akarnya dapat dipakai untuk menyembuhkan memar lantaran benturan/terpukul, rematik, keseleo, digigit serangga dan bisa ular, bisul, eksim, dan koreng.

Kulit batangnya juga berguna untuk mengatasi sakit gigi, nyeri lantaran luka terbuka pada kulit atau selaput lendir.

Sekarang ini banyak pula product herbal kemuning yang dipasarkan di supermarket. Mengingat banyak khasiatnya untuk kesehatan dan perawatan kecantikan, produknya juga bermacam.

Misalnya, daun dan bunganya digiling halus, digunakan sebagai herbal untuk lulur tradisional, mandi rempah spa, garam mandi, ratus bakar, ratus kering, ratus rebus, dan minyak aroma terapi. Ada juga produsen yang mengolah daunnya jadi teh kemuning.

Kayunya yang berwarna kuning agak kecoklatan yaitu bahan yang sama juga dengan juga untuk buat sarung keris.

Bukan hanya itu, sebagai pengembangan pada potensinya sebagai tanaman hias, sekarang ini kemuning juga mulai dibonsaikan. Lalu tak kalah dari tipe tanaman lain yang kerap dibonsai, seperti beringin.

Contoh Pemakaian Kemuning Untuk Obat :

1. Bisul

Akar kemuning kering beberapa 30 g dicuci dan dipotong-potong seadanya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 2 kali, semasing 1/2 gelas.

2. Rematik, keseleo, memar

Akar kemuning kering beberapa 15 - 30 g dicuci lalu dipotong-potong seadanya. Berikanlah arak dan air semasing 1 1/2 gelas, lalu direbus sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum 2 kali sehari, semasing ½ gelas.

3. Memar

Kemuning dan kaca piring, semasing daun fresh, sama banyak, dicuci lalu digiling halus. Berikanlah sedikit arak sambil diaduk di atas api. Hangat-hangat ditempelkan dibagian tubuh yang memar.

4. Nyeri rematik sendi

Akar kemuning dan akar tembelekan (Lantana camara) dicuci, berikanlah 3 pakai kaki ayam. Seluruhnya bahan dipotong-potong seadanya lalu berikanlah air seadanya sampai terendam/Seluruhnya bahan itu lalu ditim. Hangat-hangat lalu airnya diminum sekalian.

5. Sakit gigi

Minyak yang keluar dari kulit batang kemuning yang dibakar diteteskan dalam gigi yang berlubang.

6. Melangsingkan badan

Daun kemuning fresh dan daun mengkudu (Morinda citrifolia) semasing segenggam penuh dan temu giring beberapa 1/2 jari kelingking ditumbuk halus. Berikanlah 1 cangkir air masak sambil diaduk rata. Peras dengan sepotong kain. Air yang terkumpul diminum sekalian waktu pagi hari lebih dulu makan.

7. Radang buah zakar

Daun kemuning fresh beberapa 60 g dan herba sambiloto beberapa 35 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, semasing 1/2 gelas. Lakukan setiap harinya sampai sembuh.

8. Infeksi saluran kencing

Daun kemuning fresh beberapa 35 g dicuci lalu berikanlah 3 gelas air bersih. Rebus sampai airnya tersisa separonya. Setelah dingin disaring dan diminum 3 3 kali sehari, semasing 1/2 gelas.

9. Datang haid tidak teratur

Daun kemuning dan daun pacar kuku (Lawsonia inermis) semasing bahan fresh beberapa 1/2 genggam, rimpang temulawak 1 jari, dicuci dan dipotong-potong seadanya. Berikanlah 3 gelas air bersih lalu direbus sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, semasing 1/2 gelas.

10. Kulit kasar

Daun kemuning fresh beberapa 30 g dicuci lalu ditumbuk sampai lumat. Berikanlah air bersih 1 gelas sambil diaduk rata. Bahan itu lalu dilulurkan pada kulit lebih dulu tidur.
source:
Jual Bunga Valentine Jakarta 

Cara Mencangkok Tanaman Kemuning (Murraya paniculata)

Langkah mencangkok tanaman kemuning. Tetapkan batang yang sudah seukuran minimal satu jari telunjuk orang dewasa. Tetapkan batang atau cabang yang arah tumbuhnya ke atas. Kerat kulitnya sepanjang kurang lebih 3 cm. Kerok segi kayunya hingga terasa kasar. Ini menyaratkan segi kambiumnya telah terbuang habis. Biarkanlah selama 1-2 hari. Siapkan lembaran plastik dan media tanam berupa tanah halus atau moss. Bungkus segi batang atau cabang yang sudah dikerat. Segi batas keratan harus ada di dalam bungkusan. Pertahankan kelembaban media tanam dengan menyiramnya secara teratur.
Tanaman kemuning (Murraya paniculata) bisa diperbanyak melalui langkah vegetatif seperti dicangkok. Kelebihan perbanyakan vegetatif ini yaitu tidak membutuhkan waktu lama untuk beroleh bibit tanaman kemuning mempunyai ukuran besar. Seperti yang sudah di kenali bersamaan, tumbuh kembang batangnya butuh waktu yang sangat lama untuk mencapai ukuran jari telunjuk orang dewasa, apabila diperbanyak melalui langkah biji.
Keindahan tanaman kemuning ada pada bunga dan buahnya. Bunga berbau harum. Tengah buahnya beberapa banyak dan berwarna merah-merah. Daunnya mempunyai ukuran kecil-kecil sampai cocok sebagai tanaman hias. Biji-bijinya mudah berkecambah. Untuk beroleh bibit dalam jumlah banyak, langkah perbanyakan dengan biji sangat dianjurkan.
Tanaman kemuning termasuk tanaman hias. Ia bisa di buat jadi bonsai, tanaman pagar atau tanaman hias pengisi sela taman. Untuk di buat bonsai, sangat dianjurkan memakai bakalan dari hasil perbanyakan cangkok kemuning. Teknis langkah mencangkok tanaman kemuning seperti yang sudah diterangkan pada paragraf pertama.

Batang kemuning termasuk lunak dan lentur sampai mudah diakukan training untuk pembentukan basic bonsai. Batang maupun cabang tidak mudah patah. Batang berwarna putih. Sayangnya, tipe perakarannya tidak sekian bagus. Sangat tak kerap dijumpai bentuk perakarannya yang mengesankan sudah tua. Terutama tanaman yang datang dari perbanyakan cangkok. Akar-akar yang terbentuk berupa serabut-serabut. Apabila tanaman datang dari perbanyakan biji, ada kesempatan bisa didapat tanaman dengan bentuk perakaran yang bagus.

Perbanyakan melalui langkah mencangkok tanaman kemuning sangat dianjurkan untuk Anda yang ingin memperbanyak tanaman ini. Kecuali bisa mendapatkan tanaman dengan ukuran yang sudah cukup besar, perbanyakannya tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, apabila Anda ingin memperbanyak kemuning dalam jumlah besar, perbanyakan melalui langkah biji sangat disarankan.
source:
Hadiah Valentine Yang Unik Jakarta 

Daun dan Akar Tanaman Bunga Kemuning, Apa Saja Manfaatnya?

banyak yang sudah sering saksikan tanaman bunga itu, karena itu memang termasuk tipe tanaman liar yang mudah tumbuh. Seperti juga tanaman tapak dara yang juga mudah tumbuh dan sebagian orang yang sudah sering melihatnya namun sering tidak mengerti namanya.
Bunga kemuning (Murraya paniculata L. ) biasanya tumbuh liar di tepi rimba, semak belukar, pagar pembatas kebun atau ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan rumah. Seperti bunga kenanga dan bunga melati, bunga kemuning juga sering digunakan sebagai obat tradisional. Segi tanaman yang digunakan yakni daun, ranting dan akar. Kulit batang berguna sebagai obat.

Sebutan Lain Bunga Kemuning
Kamuning (Sunda) , kuning, kumuning (Java) . ; Kajeni, kuning, kemoning (Bali) , kamoneng (Madura) ;
Kamuning (Manado, Makassar) , kamoni (Bare) , Palopo (Bugis) . ; Kamuni (Milky) . eseki, tanasa, kamone, kamoni (Maluku) . ; Jiu li xiang, yueh chu (China) , Orange melur (UK) .

Berbagai Manfaat Bagian-bagian tanaman

Daun kemuning mempunyai kandungan bisabolene, methyl-anthranilate, cadinene, Carene-3, P-earyophyllene, geraniol, eugenol, s-guaiazulene, sitronelol, coumurrayin, metil salisilat-, tanin, paniculatin, dan osthole.

Daun dan ranting berguna untuk mengatasi radang buah zakar (orchitis) , radang saluran napas (bronkitis) , infeksi saluran kencing, kencing nanah, keputihan, datang haid tidak teratur, lemak tubuh sangat sangatlah terlalu berlebihan, pelangsing tubuh, nyeri pada tukak (ulkus) , sakit gigi dan menghaluskan kulit.

Akarnya berguna untuk mengobati memar lantaran benturan atau terpukul, nyeri rematik, keseleo, digigit serangga dan ular berbisa, bisul, ekzema dan koreng. Sebentar kulit batang berguna untuk mengatasi sakit gigi, nyeri lantaran luka terbuka di kulit atau selaput lendir (ulkus) .

Efek dan Hasil Penelitian Farmakologi : 1. Kuning daun infus dengan dosis 1. 000 mg serbuk/kg bb albino tikus dalam eksperimen dengan bahan analgesik sebanding aspirin 52 mg/kg bb, efek analgesik (Pudjiastuti, et al, Cermin Dunia Kedokteran 59, 1989) . 2 Kuning daun infus dengan dosis 210 mg, 420 mg dan 840 mm MGL 200 g diberikan lewat langkah oral pada tikus sebentar lebih dulu injeksi 0, 2 ml larutan 1% NaCl fisiologis karagenin subplantar (pembuat udern zat buatan) . Dalam daun kuning infus dengan dosis 840 mg/200 g bb perlihatkan efek anti-inflamasi mendekati natrium diklofenak mg/200 g dosis 8 mm digunakan sebagai kontrol (Farida Ibrahim, Jubeini, Katrin, Rosrini, Departemen Farmasi, Fakultas Ul -. ada berita Perhipba Lllll, Jan-Maret 1995) . 3 Infus daun kuning 10%, 20%, 30%, 40% beberapa 0, 5 ml pada tikus untuk turunkan berat badan lewat langkah paling penting (Ika Murni Sugiarti, Departemen Biologi UNAIR, 1990) .

Menghaluskan kulit
Daun kemuning fresh beberapa 30 g dicuci lalu ditumbuk sampai lumat. Berikanlah air bersih 1 gelas sambil diaduk rata. Bahan itu lalu dilulurkan pada kulit lebih dulu tidur.

Buat lancar haid
Daun kemuning dan daun pacar kuku (Lawsonia inermis) semasing bahan fresh beberapa 1/2 genggam, rimpang temulawak 1 jari, dicuci dan dipotong-potong seadanya. Berikanlah 3 gelas air bersih Lalu direbus sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, semasing 1/2 gelas.

Infeksi saluran kencing
Daun kemuning fresh beberapa 35 g dicuci lalu berikanlah 3 gelas air bersih. Rebus sampai airnya tersisa separonya. Setelah dingin disaring dan diminum 3 kali sehari, semasing 1/2 gelas.

Radang buah zakar
Sediakan 9 lembar daun kemuning fresh beberapa 60 g dan herba sambiloto beberapa 35 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, semasing ½ gelas. Lakukan setiap harinya sampai sembuh.

Melangsingkan badan
Daun kemuning fresh dan daun mengkudu (Morinda citrifolia) semasing segenggam penuh dan temu giring beberapa 1/2 jari kelingking ditumbuk halus. Berikanlah 1 cangkir air masak sambil diaduk rata. Peras dengan sepotong kain. Air yang terkumpul diminum sekalian waktu pagi hari lebih dulu makan.

Sakit gigi
Minyak yang keluar dari kulit batang kemuning yang dibakar diteteskan dalam gigi yang berlubang.

Mengobati rematik sendi
Akar kemuning dan akar tembelekan (Lantana camara) dicuci, berikanlah 3 pakai kaki ayam. Seluruhnya bahan dipotong-potong seadanya Lalu berikanlah air seadanya sampai terendam. Seluruhnya bahan itu Lalu ditim. Hangat-hangat lalu airnya diminum sekalian.

Menyembuhkan Memar
Kemuning dan kaca piring, semasing daun fresh, sama banyak, dicuci lalu digiling halus. Berikanlah sedikit arak sambil diaduk di atas api. Hangat-hangat ditempelkan dibagian tubuh yang memar.

Mengobati Bisul
Akar kemuning kering beberapa 30 g dicuci dan dipotong-potong seadanya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa l gelas. Setelah dingin disaring Lalu diminum. Sehari 2 kali, semasing 1/2 gelas.

Sesungguhnya banyak juga manfaat dari beberapa segi tanaman bunga kemuning yang biasanya hanya kita saksikan sambil lalu tidak ada tahu bila ada manfaat herbal yang ada pada bunga kemuning itu. Semoga bermanfaat.
source:
hadiah valentine untuk wanita jakarta 

Asal Usul Bunga Kemuning

Sehari, dapur istana sangat berantakan. Isi panci tumpah, tempat sampah di atas meja, tepung berantakan, dan cipratan saus rata penuhi tembok.

“Ya Tuhaaan, ” seru seorang pelayan.

Beberapa pelayan wanita dan lelaki datang. Muka mereka melongo saksikan keadaan dapur istana. Sembilan orang putri tampak coreng-moreng dengan kecap, dan taburan tepung di rambutnya. Mereka tertawa cekikikan, lalu kabur dari dapur, dan berkubang di danau dekat istana.

Selalu sekian setiap harinya. Ada saja tingkah sembilan putri yang buat semuanya pelayan istana kelabakan. Mulai mencorat-coret dinding istana, mencabuti bunga di taman, hingga membasahi lantai aula untuk main perosotan.

“Bandel sekali mereka! ” gerutu satu di antara pelayan sambil menggosok-gosok dinding dapur.

“Seandainya mereka tidaklah putri raja, pasti sudah kujewer satu-satu telinganya! ” sungut pelayan lain sambil menyapu tepung dan sampah yang berantakan.

“Seandainya mereka bersembilan itu memiliki sinyal tanda yang baik seperti adik bungsunya, pasti kita bisa bekerja dengan tenang, ” kata seorang pelayan lelaki yang ribet mengepel lantai.

Ya. Sembilan putri raja yang nakal itu memiliki seorang adik bungsu yang baik hati. Putri Kuning namanya. Sang Ayah memberinya nama dengan warna, agar mudah tahu anaknya. Putri-putrinya yang lain bernama Putri Jambon, Putri Hijau, Putri Biru, Putri Nila, Putri Kelabu, Putri Oranye, Putri Merah Merona, dan Putri Ungu.

Putri Jambon yakni si sulung. Nakalnya minta ampun. Dialah yang selalu memimpin adik-adiknya menjahili seluruhnya warga istana.

Mereka jadi sangat nakal, karena tidak memiliki seorang ibu. Permaisuri Werana telah meninggal dunia dunia dunia dunia dunia saat melahirkan Putri Kuning. Sebentar, Raja sering pergi ke luar kerajaan dengan bermacam permasalahan. Putri-putri dirawat oleh inang istana. Namun, inang-inang yang buat perlindungan tidak bisa mengatur kenakalan mereka. Mereka hanya patuh jika sang Ayah tengah di istana.

Waktu ini, Putri Kuning tengah membantu bersihkan taman istana. Dia menyapu daun kering yang berguguran. Mendadak, sembilan kakaknya melintas dan menendang daun kering yang sudah susah-payah dikumpulkan. Mereka tertawa terbahak-bahak sambil mengejek adiknya.

“Lihatlah, kita memiliki pelayan baru! ”

Putri Kuning diam. Ia tahu, tidak ada faedahnya melawan kakak-kakaknya.

Di hari yang lain, Raja pamit bakal pergi jauh. Ia menanyai anaknya satu per satu, benda yang mereka kehendaki sebagai oleh-oleh.

“Aku mau baju sutera, ” kata Putri Jambon.

“Aku mau gelang emas, ” sahut putri Merah Merona.

Sembilan putri keduanya sama berebut menyampaikan keinginannya.

“Kalau anda, Kuning? ” kemukakan pertanyaan Raja saksikan Putri Kuning yang diam saja.

“Aku hanya ingin Ayah kembali dengan sehat dan selamat, ” jawabnya.

Raja bahagia mendengar kalimat anak bungsunya itu. Ia mengelus rambut putri Kuning lebih dulu pergi. Saudara-saudaranya makin membencinya.

Demikian hari kemarin, Raja pulang membawa oleh-oleh untuk sepuluh putrinya.

“Kuning, maafkan Ayah. Sulit sekali mencari kalung permata berwarna kuning. Ini kalung bermata hijau untukmu, ” kata Raja.

“Terima kasih, Ayah. Tidak mengapa. Ayah kembali dalam keadaan sehat saja saya sudah bahagia, ” jawab Putri Kuning lalu gunakan kalungnya.

Sehari waktu Putri Hijau saksikan kalung Putri Kuning yang indah, ia iri dan ingin memilikinya. Ia menghasut kakak-kakaknya agar membantu merebut kalung itu.

“Hei, kembalikan kalungku. Anda merebutnya dariku, ” seru Putri Hijau waktu Raja tengah tidak ada di istana.

“Ini kalungku. Ayah memberikannya padaku, ” jawab Putri Kuning.

“Kamu pasti mengambil dari kamarnya, ” bentak Putri Kelabu.

Jalan perebutan kalung di antara mereka. Putri Kuning senantiasa berusaha buat perlindungan kalung pemberian ayahnya. Putri Jambon mendorong Putri Kuning sekuat tenaga hingga terjatuh dan kepalanya terantuk batu. Kepalanya berdarah.

“Oh, tidak! ” seru Putri Nila kuatir saksikan adiknya tidak bergerak lagi.

“Bagaimana ini? ” kata Putri Biru ketakutan.

Seluruhnya putri sangat ketakutan. Mereka juga mengubur jasad adiknya di dekat danau dan berjanji merahasiakannya dari Sang Ayah.

Sehari waktu Raja pulang, ia mencari-cari ke mana sangkaannya putri kesayangannya. Ia memerintah pengawal istana mencari ke semuanya pelosok negeri. Namun setelah berbulan-bulan, lalu nihil. Putri Kuning tidak di kenali. Raja sangat sedih.

Untuk singkirkan kesedihannya, Raja berjalan-jalan ke danau istana. Di sana ia dapatkan bunga baru yang tumbuh di atas kuburan sang Putri. Warnanya putih kekuningan dengan batang laksana jubah dan daun membulat seperti kalung permata. Baunya harum sekali. Bunga itu mengingatkan Raja pada putrinya.

“Akan kunamai bunga ini Kemuning, ” gumam Raja.

Bunga itu sesungguhnya banyak faedahnya. Batangnya bisa menjadikan wadah yang indah, bunganya untuk mengharumkan rambut, dan kulit kayunya bisa digunakan bedak. Sesungguhnya, meskipun sudah mati, Putri Kuning tetap masih berikanlah kebaikan.
source:
hadiah valentine untuk laki laki Jakarta 

Berbagai Manfaat Dibalik Keindahan Bunga Kemuning

Kemuning (Murraya paniculata) yakni tumbuhan tropis yang bisa meraih tinggi 7 mtr. serta berbunga selama th.. Daunnya seperti daun jeruk, tetapi memiliki ukuran lebih kecil. Tanaman itu kerap dipakai sebagai tumbuhan hias atau tumbuhan pagar. Melalui langkah geografis, tanaman itu datang dari Asia Selatan, lebih tepatnya dari negara India. Kemuning mempunyai nama yg berbeda di semasing daerah di Indonesia. Di daerah Sumatera Barat, orang menamakan tanaman itu dengan Kamuniang, tengah di Jawa mereka menyebutnya dengan sebutan Kamuning. Di Bali tanaman itu dimaksud Kuning, lantas di Nusa Tenggara diberi nama Kemuni, Kemiuning, atau Sukik. Lain juga di daerah Manado, mereka menamakannya Kamuning, di Bugis sebagai Palopo. Serta di daerah Maluku tanaman itu dimaksud dengan Eschi, Fanasa, atau Kamoni. Tumbuhan itu bisa di ketahui dari dataran rendah sampai ketinggian 400 m diatas permukaan air laut. Tumbuhan yang masuk dalam suku jeruk-jerukan itu yakni tanaman perdu atau pohon kecil dengan percabangan sangatlah banyak. Tinggi tanaman dapat meraih 3-8 m, batangnya keras, beralur, tak berduri. Type morfologi tumbuhan itu besar sekali, yang umum didapati untuk memagari pekarangan yaitu type yang berdaun kecil serta lebat. Daun tanaman kemuning yakni daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-9 helai yang tumbuh berseling. Helaian anak daun bertangkai, memiliki bentuk bulat telur sungsang atau jorong, dengan ujung serta pangkal daun memiliki ukuran 3-4 mm. Bunga kemuning termasuk juga bunga majemuk berupa tandan dengan jumlah 1-8 bunga, berwarna putih, wangi, keluar dari ketiak daun atau ujung batang dengan lebar seputar 6-27 mm berwarna putih. Tengah buahnya seperti bentuk telur cicak yakni dengan besar kurang lebih 1 cm, berwarna merah atau orange. Warna itu jadi lebih tua lagi jika buahnya telah masak, yakni jadi merah darah. Daging buahnya jika apabila telah masak perasaan agak manis. Panjang buahnya kurang lebih 8-12 mm, berwarna hijau saat masih tetap muda serta beralih jadi merah mengkilat setelat tua serta berbiji dua. Sebagai tanaman hias, tanaman kemuning memanglah tanaman yang indah. Terlebih saat tanaman itu tengah berbunga. Kemuning mempunyai bunga yang indah. Terkecuali indah, bunga kemuning juga memiliki harum yang semerbak. Jadi Jika di halaman tempat tinggal ada tanaman bunga kemuning, jangan sampai kita beranggapan bakal ada mahluk halus. Karena waktu malam hari, terkadang tercium aroma yang sangatlah wangi. Aroma itu tidaklah tandanya ada mahluk halus atau semacamnya, namun tandanya bunga kemuning tengah mekar. Satu diantara ciri khas dari bunga kemuning waktu mekar memanglah aromanya yang sangatlah semerbak, terlebih waktu malam hari. Terkecuali sebagai tanaman hias, bunga kemuning juga kerap dipakai sebagai obat tradisional. Sisi tanaman yang dipakai sebagai obat yaitu daun, ranting, kulit serta akarnya. Daun serta ranting bermanfaat untuk menangani penyakit seperti radang saluran napas (bronkitis), infeksi saluran kencing, kencing nanah, keputihan, datang haid tak teratur, lemak badan sangatlah sangat terlalu berlebih, pelangsing badan, nyeri pada tukak (ulkus), sakit gigi serta melembutkan kulit. Tengah Akarnya bermanfaat untuk menyembuhkan memar karena benturan atau terpukul, nyeri rematik, keseleo, digigit serangga serta ular berbisa, bisul, ekzema serta koreng. Sebentar kulit batang bermanfaat untuk menangani sakit gigi, nyeri karena luka terbuka di kulit atau selaput lendir (ulkus).
source:
Hadiah Valentine Day Buat Pacar Pria Jakarta 

Rabu, 20 Januari 2016

Hikayat Bunga Kemuning

Dahulu ada seorang raja yang dikenal sangat bijaksana. Ia memiliki sepuluh orang Putri yang cantik. Kesepuluh putri itu diberi nama dangan nama – nama warna. Putri sulung bernama Putri Jambon. Adik – adiknya diberi nama Putri Jingga, Putri Nila, Putri Hijau, Putri Kelabu, Putri Oranye, Putri Merah Merona, dan Putri Kuning. Namun karena sangatlah ribet Raja tidak bisa untuk mendidik anak – anaknya. Putri – putri Raja jadi manja dan nakal, keciali Putri Kuning. Ia selalu riang dan tersenyum ramah pada siapa juga.
Disuatu hari, Raja bakal pergi jauh. Ia mengumpulkan seluruhnya putri – putrinya. “ Saya bakal pergi jauh dan lama. Oleh – oleh apakah yang kalian kehendaki? ” kemukakan pertanyaan Raja.
Sembilan anak Raja meminta hadiah yang mahal – mahal pada ayah handa mereka. Namun, lain tentang dengan Putri Kuning.
“ Ayah, saya hanya ingin ayah kembali dengan selamat, ” katanya.
Kakak – kakaknya tertawa dan mencemoohkannya.
“ Anakku, sungguh baik perkataanmu. Pastinya saya akan kembali dengan selamat dan kubawakan hadiah indah buatmu, ” kata Raja. Tak lama kemudian, Raja juga pergi.
Selama Raja pergi, sebagian putri semakin nakal dan malas. Mereka sering menyuruh pelayan agar menuruti mereka. Karena ribet menuruti hasrat sebagian putri yang rewel itu, pelayan tak pernah bersihkan taman istana. Putri Kuning sangat sedih melihatnya karena taman yakni tempat yang paling disayangi ayahnya. Tidak ada ragu, Putri Kuning mengambil sapu dan mulai bersihkan taman itu.
Kakak – kakak Putri Kuning yang saksikan adiknya menyapu, tertawa keras – keras
“ Saksikan kelihatannya kita memiliki pelayan baru, ” kata seorang satu diantaranya.
“ Kalian ini sungguh keterlaluan. Harusnya ayah tak perlu membawakan apa – apa untuk kalian. Bisanya hanya mengganggu saja! ” kata Putri Kuning dengan berang. Pertikaian itu jalan setiap harinya, sampai ayah mereka pulang. Kerika Raja tiba di istana, kesembilan putrinya bermain di danau, sebentar Putri Kuning tengah merangkai bunga diteras istana. Tahu hal sejenis ini, Raja jadi sangat sedih.
“ Anakku yang rajin dan baik budi, ayahmu tidak bisa memberiapa – apa kecuali kalung
 batu hijau ini. Bukankah warna kuning kesayanganmu? ” kata Raja.
 “ Sudahlah, ayah, tak mengapa. Batu hijau juga cantik! Saksikan, pas benar dengan bajuku yang berwarna kuning, ” kata Putri Kuning dengan lembut, “ Yang paling utama ayah sudah kembali. Akan ku buatkan teh hangat untuk ayah, ” ucapnya lagi.
Besok harinya, Putri Hijau saksikan Putri Kuning memakai kalung barunya. “ Wahai adikku, bagus benar kalungmu! Harusnya kalung ini jadi milikku karena saya yakni Putri Hijau! ” katanya dengan perasaan iri.
“ Ayah memberikannya kepadaku, tidaklah kepadamu, ” sahut Putri Kuning.
Mendengar itu Putri Hijau juga berang. Ia selekasnya mecari saudara – saudaranya dan menghasut mereka. Tak lama kemudian, Putri Kuning terlihat. Kakak – kakaknya menangkapnya dan memukul kepalanya. Tat disangka, pukulan ini menyebabkan Putri Kuning tak ada.
“ Astaga! Kita harus menguburnya! ” seru Putri Jingga.
Mereka beramai – ramai membawa Putri Kuning, lalu menguburnya di taman istana. Putri Hijau ikut mengubur kalung batu hijau karena ia tak menginginkannya lagi.
Waktu Raja mencari Putri Kuning, tak ada yang tahu kemana putri itu pergi. Kakak – kakaknya juga diam seribu bhs. Raja sangat berang. Ia memerintahkan sebagian pengawal untuk mencari Putri Kuning. Pastinya tak ada yang menemukannya. Berhari – hari, berminggu – minggu, berbulan – bln., tak ada yang menemukaan Putri Kuning.
Sehari, tumbuhlah satu tanaman diatas makam Putri Kuning. Raja heran melihatnya.
Tanaman apakah ini? Batang seperti jubah putri, daunnya bulat bersinar seperti kalung batu hijau, bunganya putih kekuningan dan sangat wangi! Tanaman ini mengingatkan Putri Kuning.
Sejak mulai itu lah bunga kemuning beroleh namanya. Bahkan, bunganya itu digunakan untuk mengharumkan rambut. Kulit kayunya di buat orang jadi bedak. Setelah mati juga, Putri Kuning tetap masih berikanlah kebaikan.
source:
hadiah untuk valentine Jakarta 

Manfaat Bunga Kemuning

Kandungan :

Daun kemuning mempunyai kandungan bisabolene, methyl-anthranilate, cadinene, Carene-3, P-earyophyllene, geraniol, eugenol, s-guaiazulene, sitronelol, coumurrayin, metil salisilat-, tanin, paniculatin, dan osthole.

Kulit kayunya mempunyai kandungan mexotioin, 5-7-dimetoksi-8- (2. 3-dihydroxyisopentyl) coumarin. Sebentar bunga kuning yang mempunyai kandungan scopeletin, dan buah yang mempunyai kandungan semi-ec-carotenone.

Efek dan Hasil Penelitian Farmakologi : 1. Kuning daun infus dengan dosis 1. 000 mg serbuk/kg bb albino tikus dalam eksperimen dengan bahan analgesik sebanding aspirin 52 mg/kg bb, efek analgesik (Pudjiastuti, et al, Cermin Dunia Kedokteran 59, 1989). 2 Kuning daun infus dengan dosis 210 mg, 420 mg dan 840 mm MGL 200 g diberikan lewat langkah oral pada tikus sebentar lebih dulu injeksi 0, 2 ml larutan 1% NaCl fisiologis karagenin subplantar (pembuat udern zat buatan). Dalam daun kuning infus dengan dosis 840 mg/200 g bb perlihatkan efek anti-inflamasi mendekati natrium diklofenak mg/200 g dosis 8 mm digunakan sebagai kontrol (Farida Ibrahim, Jubeini, Katrin, Rosrini, Departemen Farmasi, Fakultas Ul -. ada berita Perhipba Lllll, Jan-Maret 1995). 3 Infus daun kuning 10%, 20%, 30%, 40% beberapa 0, 5 ml pada tikus untuk turunkan berat badan lewat langkah paling penting (Ika Murni Sugiarti, Departemen Biologi UNAIR, 1990).

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Peradangan testis (orchitis), radang saluran napas (bronchitis) ; infeksi saluran kemih, gonore, keputihan, gigi sakit ; haid tidak teratur, lemak tubuh yang sangat sangatlah terlalu berlebihan, melangsingkan tubuh ; Ulkus Sakit (ulkus), kuli kasar, memar tabrakan, ; Rematik, keseleo, gigitan serangga, dan ular berbisa, eksim, ; Bisul, koreng, epidemik encephalitis B, luka terbuka pada kulit.

Langkah Penggunaan :

1. Bisul
Kering akar kuning beberapa 30 g dicuci dan dipotong-potong diperlukan. Rebus dengan 3 gelas air sampai air rebusan l cangkir yang tersisa. Saring lantas minum 2 kali dalam sehari, semasing 1/2 gelas.

2. Rematik, keseleo, memar :
Kering akar kuning sebagai 15-30 g dicuci lalu dipotong jadi potong seadanya. Berikanlah anggur dan air semasing 1 1/2 kaca, kemudain rebus hingga tinggal 1 gelas. Tunggu samapi dingin lantas disaring, Lantas diminum 2 kali sehari, semasing 1/2 gelas.

3. Memar
Bunga Kemuning Tetapkan yang tetap masih fresh, dicuci dan digiling halus. Berikanlah anggur sedikit sambil diaduk di api. Hangat ditempelkan tubuh memar.

4. rematik nyeri sendi :
Akar kuning dan tembelekan root (Lantana camara) dicuci, berikanlah 3 pakai kaki ayam. Seluruhnya bahan dipotong diperlukan lantas berikanlah air yang cukup untuk menutupi. Seluruhnya bahan lantas dikukus. Hangat dan airnya diminum sekali.

5. Sakit gigi :
Minyak dari kulit kuning terbakar diteteskan ke gigi berlubang.

6. Pelangsih tubuh
Daun kuning dan daun noni fresh (Morinda citrifolia) semasing segelintir dan temu giring sebagai 1/2 jari kelingking ditumbuk halus. Berikanlah 1 cangkir air masak sambil aduk rata. Peras dengan sepotong kain. air dikumpulkan diambil sekali saat pagi hari lebih dulu makan.

7. Radang skrotum
9 daun beberapa 60 g fresh kuning dan pahit herbal beberapa 35 g dicuci dan direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas air. Tunggu sampai dingin dan lantas disaring, kmudian diminum 2 kali. hari, ½ cangkir semasing. Lakukan setiap harinya sampai sembuh.

8. Infeksi saluran kemih
Daun kuning fresh beberapa 35 g dicuci lalu berikanlah 3 gelas air bersih. Rebus sampai tinggal 1/2. Tunggu sampai dingin disaring lantas diminum 3 kali dalam sehari.

9. Datang haid tidak teratur
Daun kuning dan kuku daun henna (Lawsonia inermis), temulawak 1 jari, lantas bersihkan dan rajang. Lalu tuangkan 3 gelas air bersih kemudain direbus sampai tersisa 1 gelas. Tunggu sampai dingin lalu saring dan minum 2 kali.

10. kulit kasar
Daun kemuning fresh beberapa 30 g dicuci lalu ditumbuk lumat. Berikanlah 1 cangkir air, aduk rata. Material lantas menggosok-gosok kulit lebih dulu tidur.
source:
bunga valentine jakarta